piezomat.org – Krisis BBM di Kota Langsa makin bikin warga auto tepok jidat. Nggak cuma BBM subsidi kayak Pertalite dan Bio Solar yang susah dicari, BBM non subsidi juga mulai ikutan langka. Kondisi ini udah berlangsung sekitar sepekan terakhir dan bikin banyak orang kelimpungan buat ngisi bensin kendaraan.
Read More : Kota Langsa Jadi Tuan Rumah High Level Meeting TPID dan TP2DD se-Aceh 2026, Perkuat Pengendalian Inflasi
Mau kerja, sekolah, nganter barang, sampai cari cuan jadi serba ribet gara-gara tangki susah penuh. Yang bikin makin greget, sampai sekarang belum ada kepastian kapan stok BBM bakal balik normal.
Antre dari Subuh, Tapi BBM Auto Ludes Sebelum Siang
Belakangan ini hampir semua SPBU di Kota Langsa vibes-nya kayak lagi bagi-bagi hadiah gratis. Dari subuh aja warga udah pada ngantri panjang cuma buat dapetin Pertalite sama Bio Solar. Ada yang rela ninggalin kerjaan lebih awal, ada juga yang sengaja datang sebelum SPBU buka biar peluang kebagian makin gede.
Eh, belum juga matahari makin tinggi, stok BBM subsidi udah auto ambyar. Sekitar pukul 10.00 sampai 11.00 WIB, Pertalite sama Bio Solar langsung habis total diserbu pembeli. Yang telat dikit aja langsung auto gigit jari karena pompa udah nggak bisa ngelayanin pengisian lagi.
Banyak warga akhirnya mutusin pindah ke Pertamax biar kendaraan tetap bisa dipakai. Tapi plot twist-nya bikin makin nyesek, karena BBM non subsidi itu juga ikutan cepat habis. Jadinya banyak pengendara pulang dengan tangki yang masih kosong melompong.
Hampir Semua Jenis BBM Ikut Hilang dari SPBU
Drama kelangkaan BBM di Kota Langsa sekarang udah makin level maksimal. Nggak cuma Pertalite dan Bio Solar yang susah dicari, hampir semua jenis BBM di sejumlah SPBU juga ikutan kosong total. Alhasil, suasana SPBU yang biasanya rame malah berubah sepi karena stoknya benar-benar habis.
Banyak pompa pengisian berhenti beroperasi lebih cepat lantaran nggak ada lagi BBM yang bisa dijual. Kendaraan memang masih berdatangan, tapi kebanyakan cuma bisa muter balik setelah tahu papan informasi bertuliskan stok habis.
Kabarnya, cepat habisnya BBM ini dipicu karena pasokan yang diterima SPBU dari Pertamina Sumatera Utara berkurang. Sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi setiap hari, jadi stok yang datang langsung ludes dalam hitungan jam.
Warga Auto Panik, Cari Cuan Jadi Ikut Berantakan
Krisis BBM di Kota Langsa ini jelas bikin banyak warga auto panik. Pengguna motor, mobil pribadi, angkutan umum, sampai kendaraan pengangkut barang sama-sama dibuat kelimpungan karena susah mendapatkan bahan bakar buat beraktivitas.
Nggak sedikit pengendara yang harus muter ke beberapa SPBU sekaligus demi mencari BBM yang masih tersedia. Sayangnya, hasilnya sering bikin kecewa karena hampir semua tempat mengalami kondisi yang sama.
Kalau situasi kayak gini terus berlanjut, dampaknya bukan cuma soal kendaraan yang nggak bisa jalan. Distribusi barang, aktivitas usaha, sampai roda perekonomian masyarakat juga berpotensi ikut terganggu karena semuanya bergantung pada ketersediaan BBM.
Belum Ada Penjelasan Resmi, Warga Cuma Bisa Berharap
Banyak warga mengaku kondisi sekarang bikin mereka flashback ke krisis BBM setelah banjir besar yang terjadi pada akhir 2025 lalu. Bedanya, kali ini masyarakat masih belum mendapat kepastian kapan distribusi BBM bakal kembali normal.
Sampai sekarang belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun pemerintah terkait penyebab pasti kelangkaan BBM di Kota Langsa. Hal itu bikin masyarakat makin penasaran sekaligus khawatir kalau kondisi ini berlangsung lebih lama.
Warga tentu berharap pasokan BBM bisa segera kembali lancar supaya aktivitas sehari-hari nggak terus terganggu. Soalnya kalau tiap hari harus rebutan bensin, antre berjam-jam, terus pulang dengan tangki kosong, fix capeknya bukan main. Semua orang cuma pengen satu hal, yaitu BBM normal lagi biar hidup nggak drama terus.