piezomat.org – Siapa bilang Gen Z udah ninggalin buku? Eits, ternyata masih banyak yang suka baca, lho! Anak muda di Langsa juga antusias saat mampir ke lapak baca gratis di Lapangan Merdeka. Jadi, masalahnya bukan males baca, tapi buku yang seru dan berkualitas masih kurang banget!
Read More : Kota Langsa Jadi Tuan Rumah High Level Meeting TPID dan TP2DD se-Aceh 2026, Perkuat Pengendalian Inflasi
Gen Z Langsa Masih Kepincut Buku Fisik
Ketua Komunitas Ruang Baca Langsa, Aina Rafa, bilang anggapan kalau generasi muda udah ninggalin buku cetak itu nggak sepenuhnya benar. Dari kegiatan yang dilakukan, anak-anak dan remaja masih punya rasa penasaran tinggi terhadap buku. Begitu nemu bacaan yang menarik, mereka bisa langsung anteng membaca.
Cuma, koleksi buku yang tersedia masih terbatas. Kalau bacaannya itu-itu aja, lama-lama pasti bikin bosen. Jadi, Gen Z sebenarnya masih minat buku fisik, hanya saja bahan bacaan yang menarik perlu ditambah. Buku cetak ternyata masih punya tempat di hati generasi muda.
Lapak Baca Gratis Bikin Anak Makin Semangat
Setiap Minggu, Komunitas Ruang Baca Langsa rutin mengadakan kegiatan membaca. Pengunjung diajak membaca aktif selama tiga puluh menit. Setelah itu, mereka diminta menceritakan kembali isi buku dan ngobrol soal hal menarik yang mereka dapat. Jadi, membaca nggak cuma duduk diam terus selesai.
Konsepnya juga santai banget karena dilakukan di Lapangan Merdeka. Anak-anak bisa baca sambil menikmati suasana luar ruangan tanpa harus keluar uang. Setelah membaca, mereka bisa ngobrol dan bertukar cerita. Belajar tetap jalan, nongkrong juga tetap asyik.
Ruang Baca Langsa Udah Lama Gerak di Dunia Literasi
Gerakan literasi swadaya ini ternyata udah berjalan hampir sembilan tahun. Selama itu, lapak baca telah digelar ratusan kali dengan sasaran utama anak-anak mulai usia delapan tahun ke atas. Kegiatannya dibuat untuk membantu anak yang belum punya akses mudah terhadap buku berkualitas.
Pengunjungnya juga beragam. Nggak cuma anak-anak dari keluarga yang sedang berkunjung ke lapangan, anak-anak para pedagang di sekitar lokasi juga ikut datang. Lapangan Merdeka akhirnya jadi tempat seru buat membaca dan belajar bareng tanpa harus ribet.
Koleksi Buku Masih Terbatas, Bikin Pengunjung Bisa Bosen
Meski rutin jalan, komunitas masih menghadapi kendala soal koleksi buku. Sampai sekarang, buku yang tersedia kebanyakan berasal dari donasi anggota dan masyarakat. Karena tambahan buku belum terlalu banyak, pengunjung lama kadang bisa bosan karena bacaannya masih itu-itu aja.
Aina berharap ada dukungan untuk menambah koleksi buku supaya pilihan bacaan makin banyak dan variatif. Kalau buku baru terus berdatangan, anak-anak pasti punya lebih banyak pilihan. Semangat membaca pun diharapkan nggak gampang kendor.
Cerita Zahara Buktiin Anak Butuh Pendampingan
Zahara, siswi kelas enam SD, menjadi salah satu pengunjung rutin. Ia suka membaca buku cerita, termasuk Pangeran Raja Kodok, tetapi masih belum lancar membaca. Buku yang dulu ada di rumahnya juga hilang setelah banjir, sehingga sekarang ia belajar membaca bersama anggota komunitas.
Cerita Zahara menunjukkan kalau anak-anak bukan cuma butuh buku, tapi juga pendampingan langsung. Mereka perlu ditemani, diajari, dan diberi semangat supaya makin pede membaca. Akses buku dan pendampingan ternyata sama-sama penting banget.
Komunitas Ruang Baca Langsa Mau Makin Gas
Komunitas Ruang Baca Langsa sampai sekarang belum mendapat dukungan fasilitas dari Pemerintah Kota Langsa. Meski begitu, mereka tetap semangat menyumbangkan waktu dan tenaga buat menemani anak-anak belajar. Mereka berharap pengadaan buku bisa mendapat perhatian lebih.
Ke depannya, komunitas ingin memperluas kegiatan ke sekolah dan ruang publik lainnya di Kota Langsa. Harapannya, makin banyak anak bisa menikmati buku secara gratis. Jadi, Gen Z nggak cuma sibuk scroll HP, tapi juga rajin buka buku, nambah wawasan, dan makin cuan ilmu!