piezomat.org – Debt collector gadungan di Aceh Timur dan Kota Langsa lagi auto bikin heboh! Kasus ini ramai dibahas setelah seorang warga ngaku motornya sempat ditarik orang yang mengatasnamakan leasing. Yang bikin makin bikin penasaran, perusahaan pembiayaan justru bilang nggak pernah ngeluarin perintah penarikan. Haji Uma pun langsung gercep minta polisi ngusut kasus ini sampai tuntas.
Read More : Ibu Hamil Terlindas Minibus di Langsa Timur Kondisinya Sempat Kritis
Berawal dari Penarikan Motor yang Bikin Auto Curiga
Semua bermula saat Rahmat didatangi tiga orang yang ngaku sebagai debt collector. Mereka datang sambil bawa surat penarikan motor dan bilang kalau cicilan kendaraan udah nunggak enam bulan. Suasana rumah langsung auto tegang banget.
Tapi Rahmat langsung ngebantah. Menurut pengakuannya, dia sebelumnya udah bayar tunggakan tiga bulan ke pihak yang juga mengaku debt collector. Jadi menurutnya, sisa kewajiban tinggal tiga bulan, bukan enam bulan seperti yang dituduhkan.
Rahmat juga bilang keterlambatan bayar cicilan terjadi karena kondisi ekonomi keluarganya sempat drop usai terdampak banjir Aceh pada akhir 2025. Jadi bukan sengaja kabur dari kewajiban, ya.
Motor Dibawa, Eh Leasing Malah Bilang Nggak Tahu
Awalnya Rahmat nggak mau menyerahkan motornya. Namun beberapa saat kemudian rumahnya kembali didatangi orang-orang yang sama bersama seorang oknum anggota polisi. Karena merasa tertekan, akhirnya motor tersebut diserahkan.
Besoknya Rahmat langsung sat set menghubungi perusahaan pembiayaan MCF buat memastikan proses penarikan itu. Eh, jawaban dari perusahaan malah bikin auto syok karena mereka mengaku nggak pernah mengeluarkan perintah penarikan kendaraan.
Merasa ada yang janggal, Rahmat mencoba menghubungi orang-orang yang sebelumnya mengambil motornya. Sayangnya, semua nomor telepon nggak ada yang merespons. Auto makin curiga dong.
Motor Balik Lagi, Suasana Auto Chaos
Rahmat kemudian menghubungi oknum polisi yang sempat hadir saat proses penarikan motor. Beberapa jam setelah komunikasi itu, motornya malah diantar kembali ke rumah. Pas proses pengembalian motor, suasana disebut sempat panas. Bahkan dua orang yang diduga debt collector langsung kabur dari lokasi.
Tinggal satu orang yang akhirnya dilaporkan korban ke pihak kepolisian. Nggak cuma bikin laporan polisi, Rahmat juga menyampaikan kejadian yang dialaminya kepada Anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma. Kasus ini pun langsung mendapat perhatian serius.
Haji Uma Minta Polisi Gaspol Usut Sampai Akar
Menanggapi laporan tersebut, Haji Uma langsung meminta aparat kepolisian mengusut dugaan debt collector gadungan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Kalau memang ada pelanggaran hukum, semuanya harus diproses sesuai aturan.
Beliau juga meminta penyidik menelusuri kemungkinan adanya kebocoran data nasabah hingga dugaan keterlibatan oknum apabila nantinya ditemukan bukti yang mengarah ke sana. Menurutnya, masyarakat harus mendapat perlindungan hukum.
Selain itu, Haji Uma mengingatkan warga supaya jangan gampang percaya sama orang yang tiba-tiba ngaku debt collector. Pastikan dulu identitas, surat tugas, dan konfirmasi langsung ke perusahaan pembiayaan sebelum menyerahkan kendaraan.
Warga Diminta Tetap Waspada, Jangan Sampai Auto Ketipu
Haji Uma juga meminta perusahaan pembiayaan memperketat keamanan data nasabah agar nggak gampang disalahgunakan pihak yang nggak bertanggung jawab. Seluruh proses penagihan juga wajib dilakukan petugas resmi sesuai aturan yang berlaku.
Beliau menegaskan kalau penarikan kendaraan nggak boleh disertai intimidasi, ancaman, atau tindakan yang bikin masyarakat dirugikan. Semua harus berjalan sesuai prosedur hukum, no debat!
Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebut maupun kepolisian. Seluruh informasi masih berdasarkan pengakuan korban dan kini menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum. Jadi, kita tunggu aja kelanjutannya!