piezomat.org – Semen di Langsa lagi susah banget dicari, nih. Stok di toko bangunan pada tipis, sementara warga yang butuh malah makin banyak. Kondisi ini udah berlangsung beberapa bulan dan bikin masyarakat yang lagi bangun atau renovasi rumah harus ekstra sabar. Belum lagi harga semen ikut naik.
Read More : Langsa Diterjang Bencana, Satgas DPRA dan Pemko Langsa Langsung Pasang Badan!
Para pedagang juga ikut pusing karena semen yang datang langsung diserbu pembeli. Baru aja stok masuk, nggak lama kemudian barang udah menipis lagi. Masyarakat pun harus gercep cari toko yang masih punya semen. Kalau telat sedikit, bisa-bisa harus nunggu pasokan berikutnya.
Stok Semen di Langsa Bikin Warga Harus Gercep
Hampir semua toko bangunan di Kota Langsa belum punya stok semen yang cukup. Pasokan dari Sumatera Utara biasanya sekitar sepuluh sampai tiga puluh ton. Kelihatannya memang banyak, tapi jumlah segitu ternyata cepet banget habis karena permintaan masyarakat dan rekanan proyek lagi tinggi.
Pedagang menyebut semen yang baru datang langsung diburu konsumen. Jadi, belum sempat stok numpuk di gudang, barang udah pada keluar. Kondisi ini bikin warga harus rajin cari informasi soal toko yang masih punya persediaan. Semen sekarang benar-benar jadi barang yang banyak dicari.
Harga Semen Ikutan Naik, Dompet Auto Menjerit
Nggak cuma susah ditemukan, harga semen juga ikut naik. Semen merek Merah Putih dan Dinamik kini berada di kisaran tujuh puluh lima ribu sampai tujuh puluh delapan ribu rupiah per sak. Buat yang lagi bangun rumah, kenaikan ini lumayan bikin pengeluaran makin bengkak.
Menurut pedagang, harga tersebut naik karena pasokan dari agen di Sumatera Utara juga dibanderol lebih mahal. Selisih harga dari daerah asal mencapai sekitar empat ribu sampai enam ribu rupiah per sak. Dalam kondisi tertentu, selisihnya bahkan bisa lebih tinggi. Duh, dompet makin diuji aja.
Proyek Pemerintah Bikin Permintaan Makin Ngebut
Kelangkaan semen diperkirakan masih bakal berlanjut karena berbagai proyek pemerintah mulai masuk tahap pengerjaan. Saat proyek mulai gas, kebutuhan semen otomatis ikut melonjak. Permintaannya pun diperkirakan bisa jauh lebih tinggi dibanding hari biasa.
Masyarakat butuh semen buat bangunan, rekanan proyek juga membutuhkan stok dalam jumlah besar. Kalau pasokan masih terbatas, semen bakal makin cepat raib dari toko. Baru datang, eh tahu-tahu udah habis lagi. Warga pun harus siap berburu semen lebih awal.
Kelangkaan Semen Ternyata Nggak Cuma di Langsa
Ternyata semen yang lagi seret ini nggak cuma jadi drama di Langsa, tapi juga kerasa di beberapa wilayah Aceh dan Pulau Sumatera. Soalnya, pasokan semen di Sumatera masih banyak ngandelin kiriman dari Pulau Jawa.
Produksi pabrik semen di Sumatera juga belum cukup buat memenuhi semua kebutuhan pasar. Jadi, kalau kiriman dari luar pulau telat atau jumlahnya kurang, stok di toko langsung ikutan tipis. Ujung-ujungnya, warga makin susah cari semen dan harganya bisa ikut naik.
Ongkos Angkut Semen Ikut Bikin Harga Naik
Pedagang juga lagi dibuat pusing sama ongkos kirim yang makin mahal. Setelah banjir besar dan pembangunan hunian sementara, biaya angkut bahan bangunan ikut naik. Tarif truk tronton yang tadinya sekitar tiga juta kini tembus dua belas juta sekali jalan. Auto naik empat kali lipat dan bikin harga semen ikut terdorong naik!
Warga Langsa Harus Siap Hadapi Stok Seret
Dengan stok terbatas, permintaan tinggi, dan biaya distribusi yang makin mahal, harga semen di Langsa diperkirakan belum bakal santai. Warga yang mau bangun atau renovasi rumah harus lebih pintar ngatur budget dan kebutuhan material.
Pedagang berharap pasokan semen segera normal supaya masyarakat nggak perlu keliling toko cuma buat berburu satu sak. Kalau distribusi kembali lancar, semoga stok aman dan harga lebih stabil.