piezomat.org – Bencana hidrometeorologi memang selalu bikin pusing kalau sudah melanda suatu daerah. Untuk mengatasi hal ini, Tim Satgas DPRA langsung turun tangan menggelar pertemuan bareng jajaran Pemerintah Kota Langsa. Diskusi santai tapi serius yang digelar Kamis lalu ini bertujuan untuk mematangkan seluruh rencana pemulihan pascabencana agar berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Read More : Gak Kaleng-Kaleng! Shilva Zohra Sukses Raih Beasiswa Penuh ke Tiongkok
Bertempat di Ruang Rapat Wali Kota Langsa, acara penting ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jeffry Sentana dan dihadiri sejumlah tokoh krusial, termasuk anggota DPRA seperti Muhammad Rizky, Nora Ida Nita, hingga Pang Ucok. Sinergi dan kolaborasi erat seperti inilah yang sangat dibutuhkan agar koordinasi antarwilayah tidak mandek di tengah jalan.
Gercep Susun Skala Prioritas Pemulihan Pascabencana
Dalam kesempatan itu, tim Satgas DPRA minta Pemko Langsa buat gercep menyusun daftar kebutuhan warga yang paling mendesak. Muhammad Rizky menegaskan kalau susunan skala prioritas ini penting banget biar mereka bisa ngawal anggarannya di tingkat provinsi.
Tanpa data yang jelas, proses pengusulan bantuan di tingkat Pemerintah Aceh pasti bakal makin alot dan memakan waktu lama. Makanya, penataan ulang dokumen pemulihan harus dirancang seawal mungkin demi kenyamanan seluruh warga setempat yang terdampak langsung.
Rizky juga ngingetin pentingnya keterbukaan data yang udah masuk ke dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana daerah. Dokumen yang sering disebut R3P ini bakal jadi pegangan utama buat memetakan mana aja fasilitas umum yang rusak parah.
Melalui data komprehensif ini, tim Satgas DPRA bisa dengan mudah menyelaraskan program kota dengan kebijakan anggaran provinsi Aceh. Ujung-ujungnya, komunikasi yang makin cair ini diharapkan bikin semua usulan daerah bisa langsung gol tanpa kendala berarti.
Urusan Normalisasi Krueng Langsa Jadi Catatan Penting
Nggak cuma dengerin masukan dari Satgas, Wali Kota Langsa juga balik memaparkan sejumlah curhatan serta masalah lokal mereka. Salah satu poin paling krusial yang diangkat adalah soal proyek normalisasi Sungai Krueng Langsa yang udah sangat mendesak.
Kondisi pendangkalan sungai dan sedimentasi parah emang kerap jadi dalang utama bencana banjir saat musim hujan tiba. Kalau kapasitas aliran air sungai ini dibenahi, risiko luapan air ke pemukiman warga pasti bisa ditekan habis-habisan.
Pemko Langsa menilai pengerjaan pengerukan dan perbaikan tanggul sungai ini emang butuh suntikan dana serta bantuan provinsi. Tanpa adanya intervensi penuh dari Pemerintah Provinsi Aceh, penanganan sungai sepanjang itu bakal makan waktu yang cukup lama.
Makanya, Jeffry Sentana berharap banget pihak DPRA bisa bantu mendorong percepatan eksekusi proyek vital yang satu ini. Langkah strategis ini diyakini bakal jadi benteng pertahanan terbaik buat mengamankan Kota Langsa dari ancaman banjir tahunan.
Buka Peluang Dana DOKA Buat Seragam Sekolah Gratis
Pemko Langsa memanfaatkan pertemuan tersebut untuk mengusulkan alokasi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) guna mendanai program seragam sekolah gratis bagi siswa yang membutuhkan. Program sosial ini bertujuan untuk memastikan anak-anak dari keluarga terdampak bencana dapat terus belajar dengan tenang dan nyaman.
Saat ini, skema pendanaan tersebut masih menunggu koordinasi dan persetujuan dari Pemerintah Provinsi Aceh. Dukungan DOKA dinilai sangat krusial untuk meringankan beban APBD kota yang terbatas, sekaligus menjadi komitmen bersama dalam menjamin masa depan pendidikan generasi muda di Langsa.
Komitmen Bersama Demi Kota Langsa Bangkit Kembali
Pertemuan ini dihadiri jajaran pejabat lintas dinas Pemko Langsa secara lengkap, mulai dari Asisten I, Asisten II, Kalak BPBD, Bappeda, hingga Dinas PUPR. Kehadiran Dinas Pendidikan, Perhubungan, Pertanian, dan BPKA makin memperkuat semangat gotong royong untuk mengeksekusi setiap rekomendasi pemulihan bencana yang telah disepakati.
Melalui kolaborasi erat antara DPRA dan Pemko Langsa, harapan warga untuk melihat kotanya pulih kini makin terbuka lebar. Semoga seluruh draf usulan prioritas dapat disetujui di tingkat Provinsi Aceh agar rekonstruksi fasilitas umum dan penataan lingkungan bisa segera berjalan, membawa Kota Langsa bangkit menjadi daerah yang lebih tangguh.