piezomat.org – Pemko Langsa baru aja dapet piagam penghargaan Gerai Koperasi Desa Merah Putih Syariah dari Diskop UKM Provinsi Aceh. Apresiasi prestisius ini diraih karena Kota Langsa dinilai sukses besar ngebangun dan mengoperasikan koperasi berbasis syariah di wilayahnya.
Read More : Biosolar di Langsa Kosong Total, Sopir Truk Banyak yang Nggak Bisa Jalan
Plt Kadis Perindagkop dan UKM Kota Langsa, Bang Harris Gusnally, ngejelasin kalau penghargaan ini diterima barengan sama 7 kabupaten/kota lainnya di Aceh. Capaian manis ini jadi bukti nyata kalau pembinaan dan pengawalan program pemberdayaan ekonomi warga desa di Langsa emang berjalan lancar dan sukses.
Daftar Koperasi Desa Merah Putih Syariah Yang Sukses Beroperasi
Kalian pasti penasaran kan gampong mana aja di Kota Langsa yang udah punya koperasi keren berbasis syariah ini. Sampai saat ini tercatat udah ada tujuh Kopdes Merah Putih Syariah yang resmi beroperasi melayani warga setempat.
Di antaranya ada di Gampong Paya Bujok Seuleumak Gampong Teungoh Gampong Baro sampai kawasan Gampong Sidorejo. Selain itu ada juga di Gampong Meurandeh Tengoh Gampong Seulalah Baru serta gampong lainnya yang gak kalah aktif.
Kehadiran gerai koperasi di tingkat desa ini beneran ngebantu banget pergerakan roda ekonomi warga sekitar lho. Bang Harris Gusnally negasin kalau capaian membanggakan ini adalah buah dari kerja keras Disperindagkop dan UKM Langsa.
Mereka dinilai sangat sukses dalam menjalankan serta mengawal instruksi program kerja prioritas dari Pemerintah Pusat. Warga gampong sekarang bisa makin gampang mengakses berbagai layanan usaha produktif berbasis prinsip ekonomi syariah.
Sabet Gelar Kinerja Terbaik Dan Indikator Pengelolaan Usaha Desa
Gak cuma dapet piagam penghargaan aja lho, prestasi Disperindagkop dan UKM Kota Langsa ternyata masih berlanjut. Mereka juga sukses menyabet gelar predikat TOP beserta Key Performance Indicator atau KPI dalam skala provinsi.
KPI ini sendiri merupakan tolok ukur atau target terukur yang wajib banget dicapai sama pengelola koperasi desa. Target terukur tersebut mencakup kewajiban menghasilkan keuntungan usaha serta efisiensi dalam mengelola potensi produktif gampong.
Sementara itu istilah TOP dalam tata kelola koperasi merujuk pada pola kebijakan pemerintah yang sangat terstruktur. Meski sering ada pembahasan terkait arah kebijakan top-down namun komitmen pemberdayaan tetap dirasakan warga bawah.
Pejabat kementerian juga terus negasin kalau pembangunan koperasi ini sejatinya dirancang sebagai gerakan dari bawah. Semangat bottom-up inilah yang bikin warga gampong bisa makin mandiri dan berdaya dalam mengelola usaha desa.
Harapan Masa Depan Dan Dampak Positif Bagi Ekonomi Masyarakat
Keberhasilan meraih berbagai penghargaan ini dipastikan bakal jadi pemicu semangat baru buat jajaran Pemko Langsa. Mereka berkomitmen buat terus mendampingi dan memfasilitasi perkembangan seluruh koperasi desa yang udah berdiri tegak.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah ini penting banget biar unit usaha desa gak cuma sekadar jalan biasa. Diharapkan ke depannya bakal makin banyak inovasi program yang bisa langsung dirasakan manfaatnya sama seluruh warga.
Sinergi yang solid antara pemerintah provinsi pemerintah kota dan masyarakat desa emang jadi kunci paling utama. Dengan tata kelola syariah yang jujur transparan dan profesional ekonomi di tingkat pedesaan dijamin makin melesat naik.
Semoga prestasi keren dari Kota Langsa ini bisa menular dan menginspirasi daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Yuk kita dukung terus keberadaan koperasi desa demi terwujudnya masyarakat yang makin sejahtera mandiri dan makmur.