piezomat.org – Warga Aceh Timur auto geger pol gara-gara polisi ngebongkar ladang ganja yang ngumpet di perkebunan kelapa sawit Gampong Krueng Lingka, Sabtu pagi kemarin. Semua berawal dari warga yang curiga sama aktivitas aneh di tengah kebun. Nggak pakai lama, mereka langsung gercep lapor ke polisi kalau ada ladang ganja.
Read More : Biosolar di Langsa Kosong Total, Sopir Truk Banyak yang Nggak Bisa Jalan
Begitu dapet laporan, Tim Satresnarkoba Polres Langsa yang dipimpin Iptu Sirya Iqbal langsung gas ke lokasi. Pas subuh, petugas berhasil nyiduk pria berinisial MA alias Win Gayo yang diduga sebagai pemilik ladang ganja. Proses penangkapannya berjalan mulus tanpa perlawanan.
Polisi Auto Melongo Pas Nemuin Puluhan Pohon Ganja
Begitu mulai nyisir seluruh area kebun sawit, petugas langsung dibuat speechless. Di tengah kebun ternyata ada puluhan pohon ganja yang ditanam rapi banget. Totalnya ada 83 batang. Semuanya masih kelihatan seger. Dari hasil pengecekan awal, umur tanaman itu diperkirakan udah sekitar tujuh bulan. Alias tinggal nunggu waktu buat dipanen.
Ukuran pohonnya juga bikin melongo. Ada yang tingginya cuma sekitar 55 sentimeter. Ada juga yang udah menjulang sampai 180 sentimeter. Semua tanaman langsung dicabut sampai ke akar-akarnya. Nggak ada yang disisain. Setelah itu, seluruh barang bukti langsung ditimbang. Berat kotornya tembus lebih dari 10 kilogram. Kalau dihitung gram, jumlahnya udah belasan ribu gram.
Selesai proses pengamanan, MA alias Win Gayo langsung diboyong ke Mapolres Langsa. Semua barang bukti juga ikut diangkut. Polisi langsung nyiapin proses hukum. Semuanya dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Kapolres Langsa lewat Kasat Resnarkoba juga ngasih peringatan keras. Polisi nggak bakal kasih ampun. Siapa aja yang nekat nanam ganja bakal ditindak. Yang nekat ngedarin narkoba juga bakal diproses habis-habisan.
Polisi Masih Gas Terus Biar Semua Dalangnya Kebongkar
Walaupun pelakunya udah berhasil diamankan, kerja polisi ternyata belum kelar. Tim Satresnarkoba Polres Langsa masih terus bergerak. Mereka lagi fokus ngembangin kasus ini. Polisi pengin tahu apakah pelaku kerja sendirian atau ada komplotan lain yang ikut main.
Saat ini penyidik masih super sibuk. Berkas penyidikan lagi dilengkapi satu per satu. Saksi-saksi juga masih terus diperiksa. Keterangan dari tersangka ikut didalami. Semua proses itu dilakukan biar nggak ada fakta yang kelewat.
Gara-gara nekat nanam tanaman haram di kebun sawit, MA alias Win Gayo sekarang harus siap nerima konsekuensinya. Dia terancam dijerat Undang-Undang Narkotika. Ancaman hukumannya juga berat banget. Jadi nggak bisa dianggap sepele.
Penyidik juga berencana ngadain rekonstruksi perkara. Semua berkas bakal dirampungin secepat mungkin. Setelah lengkap, kasus ini langsung dilimpahin ke Jaksa Penuntut Umum atau JPU.
Polres Langsa juga memastikan operasi pemberantasan narkoba bakal makin sering digelar. Tujuannya jelas banget. Biar lingkungan tetap aman. Biar warga bisa hidup tenang. Dan biar peredaran narkoba makin susah berkembang.
Warga Diajak Kompak Biar Kampung Makin Bersih dari Narkoba
Aksi cepat polisi ini langsung dapet banyak pujian dari warga. Banyak yang ngerasa lega banget. Soalnya, narkoba emang jadi musuh besar masyarakat. Kalau dibiarin, dampaknya bisa ngerusak masa depan anak-anak muda. Lingkungan juga bisa ikut berantakan.
Makanya, tindakan tegas kayak gini dianggap penting pol. Bukan cuma bikin pelaku kapok. Tapi juga jadi alarm buat semua orang. Jangan pernah iseng nanam ganja. Jangan coba-coba make narkoba. Apalagi sampai nekat ngedarin barang haram.
Polres Langsa juga nggak cuma fokus nangkep pelaku doang. Mereka bakal terus ngadain sosialisasi sampai ke pelosok desa. Harapannya, makin banyak warga yang paham bahaya narkoba. Masyarakat juga diharapkan makin berani ngelapor kalau nemuin hal yang mencurigakan.
Makanya, yuk sama-sama saling jagain lingkungan. Jangan cuek sama keadaan sekitar. Kalau ada aktivitas yang bikin curiga, langsung laporin ke pihak berwajib. Biar Aceh Timur sama Kota Langsa tetap adem. Tetap aman. Dan pastinya bebas dari ancaman barang haram.